-->

GERAK TAKSIS PADA TUMBUHAN

Gerak taksis adalah gerak berindah tempat yang arahnya ditentukan oleh rangsangan. Berbeda dengan nasti yang arah geraknya terjadi akibat perbedaan kecepatan turgor, sedangkan gerak tropisme merupakan gerak akibat proses tumbuh. Kedua gerak tersebut (nasti dan tropisme) adalah gerak yang tidak menyebabkan tumbuhan berpindah tempat, berbeda dengan gerak taksis yang dapat menyebabkan tumbuhan bergerak berpindah tempat.


Gerak taksis merupakan gerak tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan luar. Arah gerak tumbuhan akan ditentukan oleh arah gerak rangsangan. Berdasarkan jenis rangsangannya gerak taksis dibedakan menjadi tiga, yaitu gerak fototakssis, kemotaksis, galvanotaksis.
1.   Gerak Fototaksis
Gerak fototaksis adalah gerak tumbuhan yang memungkinkan berpindah tempat dikarenakan adanya rangsangan. Pernahkah kamu mengamati euglena?, yakni sejenis ganggang yang termasuk filum Euglenophyta . Bila sekelompok euglena dalam suatu tempat dikenai cahaya pada lokasi yang berbeda, maka apakah yang akan terjadi? euglena akan bergerak berpindah ke tempat yang terkena cahaya. Gerak euglena tersebut disebut gerak fototaksis. Karena arah gerakannya mendekati rangsang maka disebut gerak fototaksis positif. Sebaliknya ada tumbuhan bersel satu lainnya yang arah gerakannya menjauhi rangsang hal tersebut dinamakan sebagai gerak fototaksis negatif karena arah geraknya menjauhi rangsangan.
2.   Gerak Kemotaksis
Gerak kemotaksis adalah gerak tumbuhan yang memungkinkan tumbuhan berpindah tempat yang di sebabkan rangsangan berupa zat kimia, yaitu oksigen. Selain cahaya, ada zat lain yang dapat menjadi rangsangan gerak taksis. Bakteri oksigen umumnya akan bergerak ke tempat-tempat yang banyak mengandung oksigen. Gerak kemotaksis juga terjadi pada lumut, yaitu saat terjadinya prose fertilisasi. Gamet jantan berflagela yang dikeluarkan dari anteridium lumut akan berenang melewati cairan, misalnya air hujan atau embun ke arah arkegonium. Arah renang gamet jantan mendekati gamet betina merupakan tanggapan terhadap rangsangan zat kimia pemikat (atraktan) yang dikeluarkan oleh arkegonium. Dalam hal ini zat kimia yang menjadi perangsangnya berupa zat gula atau protein. Perhatikan gambar berikut ini.

3.   Gerak Galvanotaksis
Gerak Galvanotaksis adalah gerak pada tumbuhan yang disebabkan oleh pengaruh arus listrik. Dengan kata lain Galvanotaksis adalah gerak taksis yang disebabkan oleh muatan listrik. Contoh : Gerak Volvox globator (Algae hijau berkoloni) menuju ke tempat yang bermuatan listrik.



GERAK NASTI PADA TUMBUHAN

Gerak Nasti adalah gerak pada tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Artinya, arah gerak tumbuhan yang mengalami gerak nasti dapat terjadi secara acak. 

Berdasarkan rangsangan yang mempengaruhinya, gerak nasti dibedakan menjadi 5 macam, yaitu gerak fotonasti, niktinasti, tigmonasti, termonasti, dan dan gerak nasti kompleks.
1. Gerak fotonasti adalah gerak nasti yang disebabkan pengaruh rangsangan cahaya. Contoh gerak fotonasti misalnya gerak mekarnya bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis) saat  siang dan menguncup saat malam hari, serta gerak mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) saat sore hari.
2. Gerak niktinasti adalah gerak nasti yang disebabkan pengaruh rangsangan gelap. Contoh gerak niktinasti misalnya gerak mengatup pada daun majemuk polong-polongan saat malam dan gerak mekarnya bunga wijayakusuma pada malam hari.
3. Gerak tigmonasti disebut juga gerak Seismonasti adalah gerak nasti yang disebabkan pengaruh rangsangan sentuhan atau getaran. Contoh gerak tigmonasti terjadi pada daun putri malu dan daun sikejut saat disentuh.
4. Gerak termonasti adalah gerak nasti yang disebabkan pengaruh rangsangan suhu. Contoh gerak termonasti terjadi pada bunga tulip yang mekar saat suhu lingkungan mendadak naik dan menutup saat suhu lingkungan mendadak turun.
5. Gerak nasti kompleks adalah gerak nasti yang disebabkan pengaruh beberapa rangsangan sekaligus. Contoh gerak nasti kompleks adalah gerakan membuka dan menutup pada stomata.



GERAK TROPISME PADA TUMBUHAN

Gerak tropisme adalah gerak pada tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Gerak tropisme dibedakan menjadi 2, yaitu gerak tropisme positif dan gerak tropisme negatif. Dikatakan gerak tropisme positif apabila arah gerak tumbuhan mendekati sumber rangsangan, dan dikatakan gerak tropisme negatif apabila arah gerak tumbuhan menjauhi sumber rangsangannya.


Gerak tropisme dapat terjadi pada semua organ tumbuhan, mulai dari daun, cabang, sulur, kuncup bunga, hingga akar. Adapun berdasarkan jenis rangsangannya, gerak tropisme dibedakan menjadi 5 macam, yaitu gerak fototropisme, gerak geotropisme, gerak hidrotropisme, gerak kemotropisme, dan gerak tigmotropisme.

Baca Juga : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Penyakit pada Lidah

1. Gerak Fototropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan pengaruh rangsangan cahaya. Contoh gerak fototropisme misalnya, tanaman yang diletakkan di dalam kamar dekat dengan jendela, cabang dan batang tanaman tersebut akan tumbuh ke arah cahaya yang datang masuk lewat jendela.
2. Gerak Geotropisme sering disebut juga Gravitropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan pengaruh rangsangan gravitasi bumi. contoh gerak geotropisme adalah gerakan akar yang tumbuh vertikal ke arah pusat bumi.
3. Gerak Hidrotropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan pengaruh rangsangan sumber air. Contoh gerakan hidrotropisme adalah gerakan ujung akar menuju sumber air.
4. Gerak Kemotropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan pengaruh rangsangan zat kimia tertentu. Contoh gerak kemotropisme adalah gerakan ujung akar ke arah zat kimia pupuk.
5. Gerak Tigmotropisme sering disebut juga Haptotropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan pengaruh rangsangan sentuhan atau persinggungan. Contoh gerak tigmotropisme adalah gerak membelit pada ujung sulur tanaman semangka, anggur, kacang panjang, melon, pare, sirih, dan lain-lain sebagainya.



GERAK PADA TUMBUHAN

Salah satu ciri dari mahluk hidup adalah bergerak. Manusia, hewan, dan tumbuhan melakukan pergerakan. Kendati demikian, pergerakan yang dilakukan tumbuhan sangat berbeda dengan pergerakan yang dilakukan manusia dan hewan.


Jika manusia dan hewan dapat melakukan gerak aktif (berpindah tempat), maka tumbuhan hanya dapat melakukan gerak pasif (tidak bisa berpindah tempat). Nah, gerak pada tumbuhan sendiri dapat dibedakan menjadi bermacam-macam.

Gerakan pada tumbuhan dapat terjadi setelah ia memperoleh rangsangan. Rangsangan tersebut bisa berasal baik dari dalam dirinya sendiri maupun dari lingkungan luar. Yang dimaksud dengan rangsangan dalam hal ini dapat berupa air, cahaya, gravitasi bumi, zat kimia, dan lain sebagainya.

Adapun berdasarkan asal rangsangan, gerak pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu gerak endonom dan gerak esionom.
A. Gerak Endonom (Autonom)
Gerak endonom adalah gerak pada tumbuhan yang disebabkan pengaruh adanya rangsangan yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri. Oleh karena itu, gerak endonom juga dapat disebut gerak autonom.

Contoh gerak endonom di antaranya adalah gerak higroskopis atau gerak bagian tubuh tumbuhan karena berubahnya kadar air di dalam tubuh. pecahnya kulit buah lamtoro dan turi, serta gerak membukanya kotak spora pada tumbuhan paku dan tumbuhan lumut adalah contoh gerak endonom yang paling sederhana.



B. Gerak Esionom (Etionom)
Gerak etionom adalah gerak pada tumbuhan yang disebabkan pengaruh adanya rangsangan yang berasal dari lingkungan luar. Gerak etionom dibedakan menjadi 3 macam. Macam-macam gerak etinom tersebut beserta contohnya dijelaskan sebagaimana berikut:

Gerak tropisme adalah gerak pada tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Gerak tropisme dibedakan menjadi 2, yaitu gerak tropisme positif dan gerak tropisme negatif. Dikatakan gerak tropisme positif apabila arah gerak tumbuhan mendekati sumber rangsangan, dan dikatakan gerak tropisme negatif apabila arah gerak tumbuhan menjauhi sumber rangsangannya.

Gerak Nasti adalah gerak pada tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Artinya, arah gerak tumbuhan yang mengalami gerak nasti dapat terjadi secara acak.



Gerak taksis adalah gerak berpindah tempat pada tumbuhan atau bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh datangnya rangsangan.

Demikianlah macam-macam gerak pada tumbuhan dan contohnya. Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa selama ini tumbuhan juga melakukan gerak. Gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi gerak endonom dan gerak esionom yang masing-masing memiliki karakteristik dan ciri tertentu. Semoga bermanfaat dan mudah dipahami!


STRUKTUR PENYUSUN AKAR

Secara morfologi (atau struktur luar) bagian akar terbentuk dari bagian rambut akar, bagian batang akar, bagian ujung akar, dan juga bagian tudung akar. Sedangkan jika dilihat secara anatomi (atau struktur dalam) akar terbentuk dari bagian epidermis, bagian korteks, bagian endodermis, dan juga bagian silinder pusat.
1. Morfologi (Struktur Luar Akar)
Ukuran panjang yang terdapat pada akar biasanya bisa ditentukanoleh masing-masing jenis tumbuhan. Seperti contohnya tanaman apel mempunyai bentuk akar yang panjang. Selain itu ukuran panjang dari bagian akar bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal.
Faktor eksternal yang dimaksud adalah panjang dari akar seperti halnya porositas tanah, ketersediaan air dan juga unsur-unsur hara di bagian dalam tanah, serta faktor kondisi kelembaban tanah. Contohnya pada tumbuhan yang terdapat di daerah gurun pasir mempunyai bentuk akar yang cukup panjang.



Susunan dari morfologi akar yakni bagian batang akar, bagian ujung akar, bagian tudung akar, dan bagian rambut akar.
Bagian pada ujung akar bisa dikatakan sebagai suatu bagian yang merupakan titik tumbuh akar. Bagian ini terbentuk atas jaringan meristem yang pada sel-sel dindingnya terlihat tipis dan melakukan pergerakan aktif membelah diri. Bagian ujung akar terlindungi oleh bagian yang bernama tudung akar (kalipatra).
Bagian tudung akar mempunyai fungsi dalam upaya melindungi bagian akar itu sendiri terhadap suatu kerusakan yang bersifat mekanis dalam jangka waktu tertentu saat terjadi penembusan tanah.
Pada bagian akar juga ada bagian rambut-rambut akar yang bisa dikatakan mengalami perluasan pada permukaannya dari bagian sel-sel epidermis akar itu sendiri. Dengan adanya bagian rambut-rambut akar akan membuat memperluas daerah yang merupakan penyerap air dan juga mineral. Bagian ini biasanya hanya bisa tumbuh di dekat bagian ujung akar dan pada umumnya mempunyai ukuran yang relatif pendek.



Jika bagian akar mengalami pertumbuhan memanjang ke bagian dalam tanah, maka di bagian ujung akar yang kondisinya lebih muda akan terjadi pembentukan bagian dari rambut-rambut akar yang baru. Sedangkan bagian rambut akar yang kondisinya lebih tua maka akan mengalami proses penghancuran dan juga kematian.

2. Anatomi (Struktur Dalam Akar)
 Jika pada bagian akar pada tumbuhan yang tergolong dikotil atau pun monokotil dilakukan proses penyayatan secara melintang, lalu cobalah lakukan pengamatan di bagian bawah mikroskop, maka akan terlihat bagian-bagian dari luar ke bagian dalam, misalnya seperti epidermis, korteks, endodermis, dan stele (atau disebut sebagai silinder pusat).
Epidermis akar (atau sering disebut sebagai kulit luar) adalah lapisan yang berada pada bagian paling luar dari akar. Epidermis akar terbentuk dari bagian-bagian selapis sel yang susunannya tampat rapat. Bagian dinding sel epidermis berbentuk tipis dan juga mudah dilewati oleh air. Sel-sel epidermis sendiri akan mengalami modifikasi sehingga dapat membentuk bagian dari rambut-rambut akar.
b. Korteks akar
Korteks akar (atau sering disebut sebagai kulit pertama) yang tersusun atas beberapa bagian lapis sel yang mempunyai dinding yang tampak tipis. Pada bagian dalam korteks akan ada suatu ruang-ruang antar sel. Ruang antar sel ini mempunyai peran dalam upaya proses terjadinya pertukaran gas. Korteks mempunyai fungsi untuk tempat menyimpan cadangan-cadangan makanan.
c. Endodermis akar
Endodermis akar tersusun atas selapis bagian sel yang berbentuk tebal. Sel-sel endodermis akan mempunyai bentuk dan susunan yang berbeda dengan bentuk dan juga susunan dari bagian sel-sel yang terdapat di sekelilingnya. Oleh sebab itu, maka batas pada korteks dengan endodermis akan tampak sangat jelas apabila dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop.
Sebagian besar dari sel-sel endodermis sendiri mempunyai bagian-bagian yang serupa dengan pita dan mempunyai kandungan zat suberin. Endodermis mempunyai peran dalam melakukan pengaturan jalannya larutan
yang akan melewati proses penyerapan dari dalam tanah sehingga masuk ke daerah silinder pusat.
d. Stele akar
Stele akar (atau sering disebut sebagai silinder pusat) terdiri dari perisikel, xilem, dan juga floem. Definisi dari perisikel adalah lapisan yang berada di bagian paling luar dari silinder pusat yang mempunyai satu atau pun beberapa bagian lapisan dari sel. Perisikel mempunyai fungsi untuk mendukung pertumbuhan sekunder dan juga pertumbuhan dari akar ke bagian samping. Sedangkan bagian xilem dan juga floem adalah berkas pada bagian pembuluh angkut yang mempunyai letak di bagian sebelah dalam dari perisikel.



AKAR TUNGGANG DAN AKAR SERABUT




Berikut adalah penjelasan mengenai Akar Tunggang dan Akar Serabut:

A. Akar Serabut (Monokotil Karena Tumbuhan Berkeping Satu)
Akar serabut mempunyai karakter akar yang berbentuk serabut tidak beraturan tetapi memiliki rongga untuk berinteraksi dengan oksigen diudara. yang berukuran kecil sama dengan ukuran batang tumbuhannya. Akar serabut yang hanya dimiliki oleh tumbuhan monokotil, yang fungsinya  Memperkokoh dan menjadi pondasi berdirinya batang pohon. Contohnya tumbuhan padi dan kelapa atau tanaman hasil cangkokan.



1. Ciri ciri akar serabut:
a. Berakar serabut
b. Batang beruas ruas
c. Batang tidak mempunyai kambium
d. Memiliki satu keping biji lembaga
e. Tulang pada daun beerbentuk sejajar tidak menyirip ataupun menjari
f. Bagian bunga mempunyai jumlah 3 atau kelipatannya.
g. Akar serabut terjadi karena akar primer merespon dan akar tumbuh dari jaringan batang di sekitar epikotil.
h. Akar serabut mempunyai anggota, akar tombak, rambut akar, serabut akar, akar gasing, akar benang.



2. Akar serabut berdasarkan dari karakter dan fisiknya dapat digolongkan menjadi beberapa bagian lagi:
a. Akar tombak (fusi form) – Jika  batangnya tumbuh melebar dibagian pangkalnya dan  diseluruh bagian ujung akar serabut berbentuk meruncing tajam. akar tombak berfungsi sebagai tempat cadangan makanan dan terdapat pada Lobak atau wortel.
b. Akar gasing (Napi form) – Jika batang akar pangkalnya membesar dan melebar berbebtuk bulat telur, akar serabutnya akan berubah menjadi meruncing dan dapat digunakan sebagai cadangan makanan. Akar gasing terdapat pada bengkoang yang terbagi menjadi Akar benang (Fili form) batang akarnya berbentuk kecil kecil, berukuran teratur dan horizontal. ini ada pada tumbuhan kacang panjang
c. Serabut akar – Serabut akar adalah gerombolan akar yang ada pada bonggol tumbuhan yang besar. Fungsinya tempat penopang dan pondasi berdirinya batang tumbuhan, sebagai penyerap air dan segala partikel mineral dari dalam tanah, mampu mencegah erosi tanah



B. Akar Tunggang (Dikotil Karena Tumbuhan Berkeping Satu)
Akar tunggang memiliki dua fase pertumbuhan terdiri dari fase pertumbuhan primer dan fase sekunder. Akar radikalnya menjadi akar tunggang yang bergabung dengan akar lateral, akar epidermis dan koteks.
Ciri ciri akar tunggang:
a. Berakar tunggang
b. Memiliki dua keping biji lembaga
c. Tulang daun dan sumsumnya menyirip atau menjari
d. Tidak mempunyai tudung akar
e. Akar dan batang mempunyai kambium
f. Batang bercabang cabang dan beruas ruas
g. Kelopak bunga berjumlah 2,4 atau kelipatannya
h. Pembuluh pengangkutnya teratur
i. Tipe berkas pengangkut kolateral
C. Perbedaan Akar Monokotil Dan Dikotil



Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan akar monokotil dan dikotil :
1. Kambium
a. Akar dikotil mempunyai kambium bahkan dalam jumlah besar
b. Akar monokotil tidak mempunyai kambium
2. Jumlah lengannya
a. Akar monokotil mempunyai jumlah lengan proto xilem lebih dari 13 buah
b. Akar dikotil mempunyai jumah lengan xilem  terbatas hanya berkisar 2 sampai 6 buah saja
3. Letak xilem
a. Akar monokotil memiliki letak xilem dan floem berbentuk silang menyilangyang tersusun rapih
b. Akar dikotil memiliki  xilem yang berada didaalam floem.
4. Empulur (pusat akar)
a. Akar monokotil memiliki empulur
b. akar dikotil tidak memiliki empulur
5. Persikel
a. Akar monokotil mempunyai persikel dengan lapisan sel yang berdinding kuat dan kokoh
b. Akar dikotil mempunyai persikel  dengan lapisan satu sel saja dan bercabang dengan ruas yang banyak
6. Batas ujung akar
a. Pada akar monokotil batas ujung akarnya bisa terlihat jelas
b. Pada akar dikotil batas ujung akar tidak terlihat
D. Jenis Jenis Akar
Terlepas dari fungsi akar serabut dan akar tunggang. Ada beberapa jenis jenis akar lain yang  juga memiliki keunikan dan fungsinya masing masing, diantaranya:
1. Akar napas
Pertumbuhan akar napas yaitu tumbuhan yang keluar dari batangnya dan menjulur kebawah. Jenis tanaman ini ada yang menyembul kepermukaan tanah tetapi juga ada kecenderungan berada didalam tanah. Akar napas mempunyai banyak rongga dan celah yang berguna untuk keluar masuknya udara. Akar napas terdapat pada tumbuhan Bakau
2. Akar gantung
Akar gantung tumbuh dari bagian atas batang dan tumbuh berkembang menuju permukaan tanah. Dapat berfungsi sebagai penyerapan oksigen dari udara. Pada saat akar telah menyentuh permukaan tanah akarnya akan menyerap air beserta garam mineral yang menyertainya. Akar gantung terdapat pada tumbuhan beringin
3. Akar penghisap
Akar penghisap adalah akar yang dapat menyerap dan menghisap sari makanan pada tumbuhan lain dengan cara menempel atau melekat pada batang pohon besar. Akar penghisap terdapat pada tumbuhan benalu
4. Akar banir
Akar yang ada pada tumbuhan jenis tropik
5. Akar pelekat
Akar pelekat tumbuh pada semua batang tumbuhan. Akar pelekat tumbuhan yang berbentuk panjang dan luas, berfungsi akarnya dapat melekat pada dinding atau tumbuhan lain tanpa mencuri sari makanan dari tumbuhan lain. Akar pelekat terdapat pada tanaman sirih
6. Akar tunjang
Akar tunjang adalah akar yang tumbuh tegak lurus yang menyembul dari kedalaman tanah. Akar ini bernafas dengan menggunakan akarnya yang berongga dan terdapat banyak celah, memungkinkan masuknya oksigen bisa dalam jumlah yang banyak.




BAGIAN BAGIAN AKAR BESERTA FUNGSINYA

Secara umum Pengertian Akar adalah pondasi, penopang dan penyokong batang tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh secara permanen. Dengan cara itu diharapkan tumbuhan mendapatkan kenyamanan dalam proses pertumbuhannya.
Secara biologi tumbuhan masih dapat diselamatkan jika kondisi akarnya masih sehat kendati daun dan rantingnya tengah diserang berbagai macam penyakit. Karena pusat kehidupan bukan berasal dari bagian bagian tumbuhan seperti batang , daun, buah atau bunganya melainkan akarnya. Maka untuk memusnahkan sebuah tanaman besarpun anda harus membabat habis dulu akarnya. Karena kesuksesan sebuah tumbuhan dalam menghasilkan buah yang berkualitas baik selalu terkait dengan kesehatan akarnya.

A. Bagian-Bagian Akar




1. Tudung akar
Tudung akar adalah akar yang hidup dibagian ujungnya yang bernama Kaliptra yang memiliki sel jaringan parenkim yang didalamnya mengandung  sari tepung. Fungsi Kaliptra adalah menjaga dan merawat sistem kinerja nya sekaligus bertugas melembabkan akar agar tidak mengalami gesekan dengan partikel tanah. Daerah pengembangan sel akar yang berbeda fungsi. Jenis sel akar yang dimaksud adalah akar tumbuhan monokotil dan dikotil sebagai pembelahan sel untuk proses pertumbuhan akar selanjutnya sebagai daerah menetapnya rambut rambut akar
2. Inti akar
Inti akar adalah bagian akar yang berada pada pusat akar yaitu ditengah seputar bonggol akar. Inti akar terbagi menjadi dua bagian, terdiri dari:
a. Pembuluh tapis yang berfungsi membantu dan melancarkan proses fotosintesa
b. Pembuluh kayu yang berfungsi menyebarkan air dan nutrisi makanan menuju tulang daun
3. Rambut akar
Rambut akar mempunyai karakter unik yaitu berserabut tidak beraturan tetapi berstruktur halus yang melekat kuat pada kulit akar bagian luar yang berfungsi menyerap semua air dan garam mineral yang ada dikedalamam tanah.



4. Batang akar
Batang akar adalah batang yang terletak ditengah tengah diantara pangkal akar dan ujung akar yang berkembang dan tumbuh bercabang cabang  dalam skala bentuknya yang kecil kecil.
5. Ujung akar
Bagian akar yang termuda dan seperti tunas yang terus menerus mengalami pertumbuhan dan pergantian akar baru pada waktu yang sudah menjadi ketentuan sel akar.
B. Struktur Penyusun Akar


1. Epidermis
Epidermis adalah jaringan penting yang terletak pada lapisan terluar. Berfungsi sebagai benteng pertahanan jaringan organ penting tubuh. Jaringan epidermis tidak memiliki lapisan  lebih dari satu, maka dari itu jaringan epidermis tumbuhan terdapat kutikula.


2. Korteks
Koteks dikontrol dan disusun oleh bantuan sel parenkim yang memiliki dinding ari atau tipis. Selnya tidak berbentuk padat yang akhirnya memungkinkan air serta nutrisi makanan berjalan kearah korteks tanpa melewati jaringan sel tumbuhan.
3. Endodermis
Endodermis adalah lapisan sel yang menyusun batasan batasan gerak korteks dengan stele (perisikel). Dinding sel endodermis mempunyai beberapa lapisan suberin dan lignin yang mempunyai kecenderungan impermeael. Fungsi utamanya adalah membawa dan mengarahkan garam mineral kedalam stele.
4. Stele (selinder pembuluh)
Stele mempunyai pembuluh dan jaringan pelengkap. Pada bagian terluar Stele mempunyai beberapa sel perisikel yang mempunyai kemampuan membelah diri dan tumbuh membesar cepat untuk membentuk cabang akar lateral. Pada bagian dalamnya Stele mempunyai pembuluh jaringan xilem dan floem pada floem berbentuk mirip bintang laut karena adanya benjolan yang menonjol keluar yang radial dari wilayah pusat kearah perisekel, Sedangkan floem berada didalam benjolan xilem. Pada akar tumbuhan dikotil selalu ditemukan jenis susunan jaringan pembuluh tersebut.
C. Fungsi Akar Pada Tumbuhan
1. Sebagai pondasi berdirinya batang pohon
2. Tempat menyerap air dan segala nutrisi yang terkandung didalam tanah, misalnya garam mineral
3. Menyuplai jenis hormon pada tumbuhan dalam pertumbuhan batang dan ranting
4. Tempat menyimpan makanan bagi pertumbuhan tumbuhan
5. Untuk penyokong dan berguna untuk memperkuat serta memperkokoh berdirinya sebuah tumbuh-tumbuhan yang dimana ia hidup.
6. Untuk mengangkut air dan  membawa zat-zat yang sudah terserap ke bagian tubuh tumbuh-tumbuhan.
7. Pada sebuah tumbuhan bakau, akar mempunyai fungsi untuk sebagai alat respirasi.

D. Sifat-Sifat Dari Akar
1. Mengalami pertumbuhan dan perubahan ukuran secara bertahap dan konsisten.
2. Ruang gerak proses pertumbuhannya selalu berkaitan dengan gravitasi bumi .Kondisi akar selalu berwarna tanah dan bahkan lebih pucat, ini dikarenakan akar tidak mengalami proses fotosintesis.



BAGIAN BAGIAN TUMBUHAN BESERTA FUNGSINYA

Tumbuhan juga mempunyai bagian-bagian. Pada tumbuhan ada bagian-bagian seperti akar, batang, daun dan juga bunga. Setiap bagian pada tumbuhan mempunyai fungsi yang berbeda-beda.

A.     Akar
Akar adalah bagian tumbuhan yang tertanam di dalam tanah (biasannya). Tumbuhan memerlukan akar untuk hidup. Bagian akar ini terdiri atas rambut akar (bulu akar) dan tudung akar. Rambut akar berfungsi sebagai tempat masuknya zat-zat makanan dan juga air. Sementara tudung akar berfungsi sebagai pelindung bagi akar saat menembus tanah.
1.     Ciri-ciri akar:
[ Akar adalah bagian tumbuhan yang berada didalam tanah
[ Akar tumbuhan memiliki pertumbuhan yang mengarah ke inti bumi
[ Akar biasanya tumbuh menuju ke arah sumber air, menjauhi sumber cahaya dan udara.
[ Akar tidak memiliki ruas, sisik, daun, tidak berbuku-buku.
[ Akar biasanya berwarna putih atau kekuning-kuningan.
[ Akar berbentuk lancip ke bagian ujung untuk mempermudah tumbuh di dalam tanah.

2.     Jenis-jenis Akar

Akar serabut lebih banyak dimiliki pada Tumbuhan jenis Monokotil, seperti pada tumbuhan Tebu, padi, jagung dan lainnya, dan sebagian tumbuhan jenis Dikotil yang memiliki akar serabut.

b.     Akar Tunggang
Akar Tunggang umumnya terdapat pada Tumbuhan jenis Dikotil. Seperti pada tumbuhan jeruk.

c.     Akar nafas
Akar nafas tumbuh dari bagian bawah batang tumbuhan, berada didalam tanah dan sebagian muncul diatas permukaan tanah dan berfungsi sebagai tempat masuknya udara untuk pernafasan tumbuhan, akar ini terdapat pada tumbuhan pandan dan bakau.

d.     Akar hisap
Akar hisap biasanya dimiliki oelh tumbuhna jenis parasit yang menumpang hidup pada tumbuhan lain, seperti benalu.

e.     Akar lekat
Akar lekat biasanya tumbuh di sepanjang batang tumbuhan, dan berfungsi untuk memanjat atau menempel pada benda lain, seperti pada tumbuhan Sirih.
f.     Akar gantung
Akar gantung ini tumbuh dari bagian atas batang tumbuhan dan menjulur ke arah tanah.
Akar gantung berfungsi untuk menyerap uap air dan udara, seperti pada tumbuhan pohon beringin.

3.     Fungsi akar pada tumbuhan
[ Untuk menyerap air dan mineral dari dalam tanah
[ Akar berguna untuk menyokong batang tumbuhan
[ Akar juga dipergunakan untuk respirasi (Pernafasan), seperti pada tanaman Bakau
[ Akar berguna untuk tempat menyimpan makanan.
B.     Batang
Batang pada tumbuhan berfungsi sebagai tempat melekatnya bagian-bagian lain dari tumbuhan.

1.     Ciri-ciri Batang:
[ Batang tumbuhan pada umumnya memiliki bentuk bulat memanjang, atau sebagian memiliki bentukpersegi, lonjong atau bentuk simetri radial lainnya.
[ Batang memiliki ruas dan buku-buku tempat tumbuhnya tunas, cabang, akar atau daun.
[ Batang tumbuhan biasanya tumbuh menuju kearah sumber cahaya matahari.



2.     Jenis-jenis batang

a.     Batang basah
Batang basah adalah batang tumbuhan yang bersifat lunak dan mengandung air (Berair), seperti pada batang tanaman bayam

b.     Batang berkayu
Batang berkayu adalah batang tumbuhan yang mengandung Kambium.
Kambium pada batang membentuk lapisan kayu di bagian dalam batang.
Batang berkayu seperti pada pohon rambutan, jambu, mangga dan lainnya.

c.     Batang rumput
Batang rumput tidak memiliki kambium, kayu, dan tumbuh pendek, batang rumput memiliki ruas dan rongga, seperti pada tanaman padi, rumput dan lainnya.

3.     Fungsi batang
[ Batang pada tumbuhan memiliki fungsi sebagai saluran tempat mengangkut air dan mineral dari akar menuju daun
[ Batang juga berfungsi untuk menyalurkan hasil fotosintesis, dari daun menuju ke seluruh bagian tumbuhan.
[ Batang tumbuhan berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan.


C.     Daun

Daun merupakan salah satu bagian dari tumbuhan yang sangat penting, dengan beraneka ragam bentuk, ukuran, tebal dan warna. Daun yang berwarna hijau memiliki kandungan zat klorofil.

1.     Jenis-jenis daun berdasarkan bentuknya


a.     Melengkung
Daun dengan bentuk tulang melengkung biasanya terdapat pada tanaman Eceng gondok

b.     Menyirip
Daun dengan bentuk tulang menyirip dapat ditemukan pada tanaman Jambu, Mangga, alpukat, nangka dan lainnya
c.     Menjari
Daun dengan bentuk tulang menjari dapat dijumpai seperti pada tanaman Singkong, Pepaya, jarak, dan lainnya.

d.     Sejajar
Daun dengan bentuk tulang sejajar, dapat dijumpai pada tanaman kelapa, pandan, padi, dan lainnya.

2.     Fungsi Daun
[ Daun berfungsi sebagai tempat pembuatan makanan (Fotosintesis).
[ Daun juga dapat berfungsi sebagai tempat proses Respirasi (Pernafasan).
[ Daun berguna sebagai tempat Transpirasi
[ Daun juga dapat berfungsi sebagai alat berkembangbiak Vegetatif.

D.     Bunga

Secara umum, bunga pada tumbuhan memiliki fungsi sebagai alat Reproduksi, dengan bentuknya yang indah dan baunya yang khas, sehingga menarik perhatian serangga, kumbang atau kupu-kupu untuk hinggap dan membantu proses penyerbukan pada bunga.
Mengenal Bagian-bagian Bunga sempurna
1.     Bagian-bagian pada bunga

Bunga memiliki beberapa bagian penting di dalamnya, antara lain:
a.     Tangkai Bunga
Tangkai bunga merupakan penghubung bunga dengan batang. Bentuk pangkal tangkai bunga agak membesar. Bagian tangkai bunga yang membesar ini merupakan dasar bunga.

b.     Kelopak Bunga
Kelopak bunga adalah bagian yang berfungsi sebagai penutup atau pelindung bagian lain dari bunga.

c.     Mahkota Bunga
Mahkota bunga merupakan perhiasan bunga. Mahkota bunga memiliki bentuk dan warna yang beraneka ragam. Dari mahkota ini bunga dapat dinikmati keindahannya. Saat masih kuncup mahkota bunga dibungkus oleh kelopak bunga.

d.     Benang sari dan putik
Di dalam mahkota bunga terdapat benang sari yang merupakan alat kelamin jantan bunga. Di bagian tengah bunga terdapat putik sebagai alat kelamin betina bunga. Bunga yang memiliki kedua alat kelamin tersebut disebut bunga sempurna. Sedangkan yang tidak memiliki salah satunya disebut bunga tidak sempurna. Bunga yang tidak memiliki salah satu dari bagian bunga tersebut disebut bunga tidak lengkap.

2.     Fungsi Bunga
[ Fungsi yang paling utama dan paling vital adalah bunga sebagai alat untuk perkembangbiakan generatif.
[ Fungsi bunga yang kedua adalah untuk menarik serangga agar hinggap dan melakukan penyerbukan.
[ Fungsi yang ketiga, bunga adalah wadah atau tempat menyatunya gamet jantan dan gamet betina.
[ Fungsi bunga yang ke empat adalah untuk menghasilkan biji.
[ Fungsi bunga yang terakhir adalah untuk dinikmati keindahan bunga nya oleh manusia.
E.     Buah

Buah merupakan hasil selanjutnya dari proses penyerbukan pada bunga. Buah memiliki berbagai macam bentuk, warna dan aroma yang berbeda-beda.
Fungsi Buah
[ Buah melindungi biji.
[ Buah membantu dalam penyebaran biji-bijian matang.
Back To Top