-->

GERAK TAKSIS PADA TUMBUHAN

Gerak taksis adalah gerak berindah tempat yang arahnya ditentukan oleh rangsangan. Berbeda dengan nasti yang arah geraknya terjadi akibat perbedaan kecepatan turgor, sedangkan gerak tropisme merupakan gerak akibat proses tumbuh. Kedua gerak tersebut (nasti dan tropisme) adalah gerak yang tidak menyebabkan tumbuhan berpindah tempat, berbeda dengan gerak taksis yang dapat menyebabkan tumbuhan bergerak berpindah tempat.


Gerak taksis merupakan gerak tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan luar. Arah gerak tumbuhan akan ditentukan oleh arah gerak rangsangan. Berdasarkan jenis rangsangannya gerak taksis dibedakan menjadi tiga, yaitu gerak fototakssis, kemotaksis, galvanotaksis.
1.   Gerak Fototaksis
Gerak fototaksis adalah gerak tumbuhan yang memungkinkan berpindah tempat dikarenakan adanya rangsangan. Pernahkah kamu mengamati euglena?, yakni sejenis ganggang yang termasuk filum Euglenophyta . Bila sekelompok euglena dalam suatu tempat dikenai cahaya pada lokasi yang berbeda, maka apakah yang akan terjadi? euglena akan bergerak berpindah ke tempat yang terkena cahaya. Gerak euglena tersebut disebut gerak fototaksis. Karena arah gerakannya mendekati rangsang maka disebut gerak fototaksis positif. Sebaliknya ada tumbuhan bersel satu lainnya yang arah gerakannya menjauhi rangsang hal tersebut dinamakan sebagai gerak fototaksis negatif karena arah geraknya menjauhi rangsangan.
2.   Gerak Kemotaksis
Gerak kemotaksis adalah gerak tumbuhan yang memungkinkan tumbuhan berpindah tempat yang di sebabkan rangsangan berupa zat kimia, yaitu oksigen. Selain cahaya, ada zat lain yang dapat menjadi rangsangan gerak taksis. Bakteri oksigen umumnya akan bergerak ke tempat-tempat yang banyak mengandung oksigen. Gerak kemotaksis juga terjadi pada lumut, yaitu saat terjadinya prose fertilisasi. Gamet jantan berflagela yang dikeluarkan dari anteridium lumut akan berenang melewati cairan, misalnya air hujan atau embun ke arah arkegonium. Arah renang gamet jantan mendekati gamet betina merupakan tanggapan terhadap rangsangan zat kimia pemikat (atraktan) yang dikeluarkan oleh arkegonium. Dalam hal ini zat kimia yang menjadi perangsangnya berupa zat gula atau protein. Perhatikan gambar berikut ini.

3.   Gerak Galvanotaksis
Gerak Galvanotaksis adalah gerak pada tumbuhan yang disebabkan oleh pengaruh arus listrik. Dengan kata lain Galvanotaksis adalah gerak taksis yang disebabkan oleh muatan listrik. Contoh : Gerak Volvox globator (Algae hijau berkoloni) menuju ke tempat yang bermuatan listrik.



GERAK NASTI PADA TUMBUHAN

Gerak Nasti adalah gerak pada tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Artinya, arah gerak tumbuhan yang mengalami gerak nasti dapat terjadi secara acak. 

Berdasarkan rangsangan yang mempengaruhinya, gerak nasti dibedakan menjadi 5 macam, yaitu gerak fotonasti, niktinasti, tigmonasti, termonasti, dan dan gerak nasti kompleks.
1. Gerak fotonasti adalah gerak nasti yang disebabkan pengaruh rangsangan cahaya. Contoh gerak fotonasti misalnya gerak mekarnya bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis) saat  siang dan menguncup saat malam hari, serta gerak mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) saat sore hari.
2. Gerak niktinasti adalah gerak nasti yang disebabkan pengaruh rangsangan gelap. Contoh gerak niktinasti misalnya gerak mengatup pada daun majemuk polong-polongan saat malam dan gerak mekarnya bunga wijayakusuma pada malam hari.
3. Gerak tigmonasti disebut juga gerak Seismonasti adalah gerak nasti yang disebabkan pengaruh rangsangan sentuhan atau getaran. Contoh gerak tigmonasti terjadi pada daun putri malu dan daun sikejut saat disentuh.
4. Gerak termonasti adalah gerak nasti yang disebabkan pengaruh rangsangan suhu. Contoh gerak termonasti terjadi pada bunga tulip yang mekar saat suhu lingkungan mendadak naik dan menutup saat suhu lingkungan mendadak turun.
5. Gerak nasti kompleks adalah gerak nasti yang disebabkan pengaruh beberapa rangsangan sekaligus. Contoh gerak nasti kompleks adalah gerakan membuka dan menutup pada stomata.



GERAK TROPISME PADA TUMBUHAN

Gerak tropisme adalah gerak pada tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Gerak tropisme dibedakan menjadi 2, yaitu gerak tropisme positif dan gerak tropisme negatif. Dikatakan gerak tropisme positif apabila arah gerak tumbuhan mendekati sumber rangsangan, dan dikatakan gerak tropisme negatif apabila arah gerak tumbuhan menjauhi sumber rangsangannya.


Gerak tropisme dapat terjadi pada semua organ tumbuhan, mulai dari daun, cabang, sulur, kuncup bunga, hingga akar. Adapun berdasarkan jenis rangsangannya, gerak tropisme dibedakan menjadi 5 macam, yaitu gerak fototropisme, gerak geotropisme, gerak hidrotropisme, gerak kemotropisme, dan gerak tigmotropisme.

Baca Juga : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Penyakit pada Lidah

1. Gerak Fototropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan pengaruh rangsangan cahaya. Contoh gerak fototropisme misalnya, tanaman yang diletakkan di dalam kamar dekat dengan jendela, cabang dan batang tanaman tersebut akan tumbuh ke arah cahaya yang datang masuk lewat jendela.
2. Gerak Geotropisme sering disebut juga Gravitropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan pengaruh rangsangan gravitasi bumi. contoh gerak geotropisme adalah gerakan akar yang tumbuh vertikal ke arah pusat bumi.
3. Gerak Hidrotropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan pengaruh rangsangan sumber air. Contoh gerakan hidrotropisme adalah gerakan ujung akar menuju sumber air.
4. Gerak Kemotropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan pengaruh rangsangan zat kimia tertentu. Contoh gerak kemotropisme adalah gerakan ujung akar ke arah zat kimia pupuk.
5. Gerak Tigmotropisme sering disebut juga Haptotropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan pengaruh rangsangan sentuhan atau persinggungan. Contoh gerak tigmotropisme adalah gerak membelit pada ujung sulur tanaman semangka, anggur, kacang panjang, melon, pare, sirih, dan lain-lain sebagainya.



GERAK PADA TUMBUHAN

Salah satu ciri dari mahluk hidup adalah bergerak. Manusia, hewan, dan tumbuhan melakukan pergerakan. Kendati demikian, pergerakan yang dilakukan tumbuhan sangat berbeda dengan pergerakan yang dilakukan manusia dan hewan.


Jika manusia dan hewan dapat melakukan gerak aktif (berpindah tempat), maka tumbuhan hanya dapat melakukan gerak pasif (tidak bisa berpindah tempat). Nah, gerak pada tumbuhan sendiri dapat dibedakan menjadi bermacam-macam.

Gerakan pada tumbuhan dapat terjadi setelah ia memperoleh rangsangan. Rangsangan tersebut bisa berasal baik dari dalam dirinya sendiri maupun dari lingkungan luar. Yang dimaksud dengan rangsangan dalam hal ini dapat berupa air, cahaya, gravitasi bumi, zat kimia, dan lain sebagainya.

Adapun berdasarkan asal rangsangan, gerak pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu gerak endonom dan gerak esionom.
A. Gerak Endonom (Autonom)
Gerak endonom adalah gerak pada tumbuhan yang disebabkan pengaruh adanya rangsangan yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri. Oleh karena itu, gerak endonom juga dapat disebut gerak autonom.

Contoh gerak endonom di antaranya adalah gerak higroskopis atau gerak bagian tubuh tumbuhan karena berubahnya kadar air di dalam tubuh. pecahnya kulit buah lamtoro dan turi, serta gerak membukanya kotak spora pada tumbuhan paku dan tumbuhan lumut adalah contoh gerak endonom yang paling sederhana.



B. Gerak Esionom (Etionom)
Gerak etionom adalah gerak pada tumbuhan yang disebabkan pengaruh adanya rangsangan yang berasal dari lingkungan luar. Gerak etionom dibedakan menjadi 3 macam. Macam-macam gerak etinom tersebut beserta contohnya dijelaskan sebagaimana berikut:

Gerak tropisme adalah gerak pada tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Gerak tropisme dibedakan menjadi 2, yaitu gerak tropisme positif dan gerak tropisme negatif. Dikatakan gerak tropisme positif apabila arah gerak tumbuhan mendekati sumber rangsangan, dan dikatakan gerak tropisme negatif apabila arah gerak tumbuhan menjauhi sumber rangsangannya.

Gerak Nasti adalah gerak pada tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Artinya, arah gerak tumbuhan yang mengalami gerak nasti dapat terjadi secara acak.



Gerak taksis adalah gerak berpindah tempat pada tumbuhan atau bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh datangnya rangsangan.

Demikianlah macam-macam gerak pada tumbuhan dan contohnya. Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa selama ini tumbuhan juga melakukan gerak. Gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi gerak endonom dan gerak esionom yang masing-masing memiliki karakteristik dan ciri tertentu. Semoga bermanfaat dan mudah dipahami!


Back To Top