Pertumbuhan dan perkembangan merupakan
dua proses yang berjalan sejajar dan berdampingan. Jadi proses pertumbuhan dan
perkembangan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Setiap makhluk hidup
mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Misalnya yang terjadi pada diri
kita, kalau diamati keadaan ketika bayi sangat berbeda dengan keadaan saat ini.
Pertumbuhan adalah proses pertambahan
ukuran yang tidak dapat kembali ke asal (irreversibel), yang meliputi
pertambahan volume dam pertambahan massa. Selain disebabkan pertambahan ukuran
sel, pertumbuhan juga terjadi karena pertambahan jumlah sel. Contohnya bayi
yang baru lahir ukurannya + 45 cm dengan berat badan + 3 kg. Setelah mengalami
pertumbuhan, tinggi badan dapat mencapai lebih dari 150 cm dan berat badan
lebih dari 30 kg.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor ini memiliki peran masing-masing dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Berikut adalah uraian kedua faktor ini dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
A.
Faktor Dalam (Internal)
1.
Gen
Gen merupakan substansi pembawa sifat
yang diturunkan dari induk ke generasi selanjutnya. Gen mempengaruhi ciri dan
sifat makhluk hidup dimana pada tanaman mempengaruhi bentuk tubuh, warna bunga,
dan rasa buah. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme sehingga sangat
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut. Tanaman yang
memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang cepat sesuai dengan
periodenya.
Meskipun peranan gen sangat penting, faktor genetis bukan satu-satunya faktor yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan, karena juga dipengaruhi oleh faktor lainnya. Misalnya tanaman yang mempunyai sifat unggul dalam pertumbuhan dan perkembangannya, hanya akan tumbuh dengan cepat, lekas berbuah, dan berbuah lebat jika ditanam di lahan subur dan kondisinya sesuai. Bila ditanam di lahan tandus dan kondisi lingkungannya tidak sesuai, pertumbuhan dan perkembangannya menjadi kurang baik. Demikian juga ternak unggul hanya akan berproduksi secara optimal bila diberi pakan yang baik dan dipelihara di lingkungan yang sesuai.
2.
Hormon
Hormon merupakan zat yang berfungsi
untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit,
hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam
tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup
beragam jenisnya.
a. Hormon pada tumbuhan
Hormon pada tumbuhan sering disebut
fitohormon atau zat pengatur tubuh. Beberapa di antaranya adalah auksin,
sitokinin, giberelin, etilen, dan asam absisat.
1). Auksin, berfungsi untuk memacu
perpanjangan sel, merangsang pembentukan bunga, buah, dan mengaktifkan kambium
untuk membentuk sel-sel baru.
2). Sitokinin, memacu pembelahan sel
serta mempercepat pembentukan akar dan tunas.
3). Giberelin, merangsang pembelahan dan
pembesaran sel serta merangsang perkecambahan biji. Pada tumbuhan tertentu,
giberelin dapat menyebabkan munculnya bunga lebih cepat.
4). Etilen, berperan untuk menghambat
pemanjangan batang, mempercepat penuaan buah, dan menyebabkan penuaan daun.
5). Asam absisat berperan dalam proses
perontokan daun.
b. Hormon pada hewan
Beberapa hormon pertumbuhan pada hewan
adalah sebagai berikut.
1). Tiroksin, mengendalikan pertumbuhan
hewan. Pada katak hormon ini merangsang dimulainya proses metamorfosis.
2). Somatomedin, mempengaruhi
pertumbuhan tulang.
3). Ekdison dan juvenil, mempengaruhi
perkembangan
fase larva dan fase dewasa, khususnya
pada hewan Invertebrata.
c. Hormon pada manusia
Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin
atau kelenjar buntu, yaitu suatu kelenjar yang tidak mempunyai saluran.
Beberapa hormon pertumbuhan pada manusia antara lain sebagai berikut.
1). Hormon tiroksin, dihasilkan oleh
kelenjar gondok/ tiroid. Hormon ini memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan
metabolisme karbohidrat dalam tubuh. Kekurangan hormon ini dapat mengakibatkan
mixoedema yaitu kegemukan.
2). Hormon pertumbuhan (Growth hormon –
GH). Hormon ini dihasilkan oleh hipofisis bagian depan. Hormon ini disebut juga
hormon somatotropin (STH). Peranannya adalah memengaruhi kecepatan pertumbuhan
seseorang. Seorang anak tidak akan tumbuh dengan normal jika kekurangan hormon
pertumbuhan. Pada masa pertumbuhan, kelebihan hormon ini akan mengakibatkan
pertumbuhan raksasa (gigantisme), sebaliknya jika kekurangan akan menyebabkan
kerdil (kretinisme). Jika kelebihan hormon terjadi setelah dewasa, akan menyebabkan
membesarnya bagian tubuh tertentu, seperti pada hidung atau telinga. Kelainan
ini disebut akromegali.
3). Hormon testosteron, mengatur
perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada
pria.
d) Hormon estrogen/progresteron,
mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tandatanda kelamin
sekunder pada wanita.
B.
Faktor Luar (Eksternal)
Faktor luar yang mempengaruhi proses
pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor lingkungan.
Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
makhluk hidup adalah sebagai berikut.
1.
Makanan atau Nutrisi
Makanan merupakan bahan baku dan sumber
energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas makanan akan
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Karena sedang dalam
masa pertumbuhan, kamu harus cukup makan makanan yang bergizi untuk mendukung
pertumbuhan dan perkembangan tubuhmu.
Zat gizi yang diperlukan manusia dan
hewan adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Semua zat ini
diperoleh dari makanan. Sedangkan bagi tumbuhan, nutrisi yang diperlukan berupa
air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses fotosintesis, air dan
karbon dioksida (CO2) diubah menjadi zat makanan dengan bantuan sinar matahari.
Meskipun tidak berperan langsung dalam fotosintesis, zat hara diperlukan agar
tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Coba kamu amati, tanaman padi
yang terlambat dipupuk, daunnya akan berwarna kekuningan. Setelah dipupuk, daun
tanaman padi itu akan kembali berwarna hijau dan tumbuh dengan baik. Mengapa
demikian? Di dalam pupuk terkandung zat hara yang penting sebagai nutrisi
tanaman.
2.
Suhu
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu
yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu ini disebut
suhu optimum, misalnya suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37°C. Pada
suhu optimum, semua makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Hewan dan manusia memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu
lingkungan tertentu. Tumbuhan menunjukkan pengaruh yang lebih nyata terhadap
suhu. Padi yang ditanam pada awal musim kemarau (suhu udara rata-rata tinggi)
lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan (suhu udara
rata-rata rendah). Jenis bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di
pegunungan yang sejuk, ketika ditanam di daerah pantai yang panas
pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah
sebelumnya. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan
perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan
pada tumbuhan dipengaruhi oleh suhu.
3.
Cahaya
Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan
dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari
untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat
pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat
pada ujung batang. Bila kamu menyimpan kecambah di tempat gelap selama beberapa
hari, kecambah itu akan tumbuh lebih cepat (lebih tinggi) dari seharusnya,
namun tampak lemah dan pucat/kekuning-kuningan karena kekurangan klorofil.
Selain tumbuhan, manusia juga membutuhkan cahaya matahari untuk membantu
pembentukan vitamin D.
4.
Air dan Kelembapan
Air dan kelembapan merupakan faktor
penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk
hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan
tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi
kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan
kematian.
Kelembapan adalah banyaknya kandungan
uap air dalam udara atau tanah. Tanah yang lembab berpengarauh baik terhadap
pertumbuhan tumbuhan. Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan
dan lebih sedikit penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap
pemanjangan sel. Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk
sel.
5.
Tanah
Bagi tumbuhan, tanah berpengaruh
terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Tumbuhan akan tumbuh dan berkembang
dengan optimal bila kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan kebutuhan
nutrisi dan unsur hara. Kondisi tanah ditentukan oleh faktor lingkungan lain,
misalnya suhu, kandungan mineral, dan air.
Perkembangan adalah proses menuju
tercapainya kedewasaan. Pada tingkat seluler, perkembangan dapat berupa
diferensiasi sel-sel yang baru membelah membentuk jaringan yang menyusun organ
tertentu. Pada tumbuhan perkembangan ditandai dengan munculnya bunga atau buah.
Sedang pada hewan dan manusia ditandai dengan kematangan organ reproduksi
sehingga siap untuk menghasilkan keturunan. Perkembangan juga menyebabkan
perkembangan psikis dari usia bayi, anak-anak, dan menjadi dewasa. Kalau kamu
perhatikan, tinggi dan besar badanmu bisa jadi berbeda bila dibandingkan dengan
teman-teman sekelasmu.
Padahal usia kalian hampir sama, dengan kata lain waktu tumbuh dan berkembangnya hampir sama. Mengapa bisa demikian? Hal ini disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Karena ada perbedaan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, tinggi dan besar badan teman-teman sekelasmu bisa berbeda-beda.
Labels:
Biologi Kelas 12,
Pertumbuhan dan Perkembangan
Thanks for reading FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN. Please share...!
0 Komentar untuk "FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN"