A.
Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
Manusia juga mengalami pertumbuhan dan
perkembangan. Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran, baik volume,
bobot, dan jumlah sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke asal).
Sedangkan, perkembangan adalah perubahan atau diferensiasi sel menuju keadaan
yang lebih dewasa.

Perkembangan berhubungan dengan tingkah
laku (sikap) atau kejiwaan. Misalnya terjadi perkembangan/perubahan sikap dan
kebiasaan dari balita, remaja, dewasa, sampai lanjut usia. Setiap tahap
perkembangan memiliki ciri yang berbeda. Walaupun pertumbuhan dan perkembangan
berbeda, tetapi kedua proses ini berlangsung bersamaan atau tidak dapat
dipisahkan.
Dewasa yang ditandai adanya perubahan
fisik dan emosional (psikis). Masa pubertas disebut juga akil balig. Pada masa
ini telah tercapai kematangan seksual yaitu sistem reproduksi telah mampu
membuat sel-sel kelamin (gamet). Hal ini dipengaruhi oleh produksi hormon
kelamin dan kelenjar hipofisis. Secara biologis, kamu telah siap untuk
bereproduksi, namun belum tentu demikian bila ditinjau secara segi psikis,
sosial, ekonomi, dan lain-lain. Tingkat perkembangan pada setiap orang
berbeda-beda, yang dipengaruhi oleh faktor keturunan, produksi hormon, konsumsi
makanan, dan penyakit. Gejala pubertas dapat ditinjau secara fisik dan psikis
(kejiwaan/emosional).
B. Pubertas pada Remaja
Berdasarkan usiamu, sekarang kamu telah
memasuki tahap remaja. Kamu tentu dapat merasakan adanya perubahan fisik dan
tingkah laku yang pasti berbeda dibandingkan sewaktu duduk di sekolah dasar.
Semua remaja mengalami pubertas.
Pubertas adalah perubahan menjadi dewasa
yang ditandai adanya perubahan fisik dan emosional (psikis). Masa pubertas
disebut juga akil balig. Pada masa ini telah tercapai kematangan seksual yaitu
sistem reproduksi telah mampu membuat sel-sel kelamin (gamet). Hal ini
dipengaruhi oleh produksi hormon kelamin dan kelenjar hipofisis. Secara
biologis, kamu telah siap untuk bereproduksi, namun belum tentu demikian bila
ditinjau secara segi psikis, sosial, ekonomi, dan lain-lain. Tingkat
perkembangan pada setiap orang berbeda-beda, yang dipengaruhi oleh faktor
keturunan, produksi hormon, konsumsi makanan, dan penyakit. Gejala pubertas
dapat ditinjau secara fisik dan psikis (kejiwaan/emosional).
1. Pubertas Secara Fisik
Pubertas secara fisik dapat dilihat dari
perubahan tubuh, meliputi perubahan tanda kelamin primer dan sekunder.
Perkembangan tubuh remaja laki-laki dan perempuan berbeda karena pengaruh
hormon yang dihasilkan. Laki-laki menghasilkan hormon androgen, sedangkan
perempuan menghasilkan hormon estrogen. Ciri-ciri pubertas secara fisik dapat
diuraikan sebagai berikut.
a. Ciri kelamin primer
1) Organ kelamin telah mampu memproduksi
sel-sel kelamin. Laki-laki mulai menghasilkan sperma di dalam testis, sedangkan
perempuan mulai menghasilkan sel telur di dalam indung telur (ovarium).
2) Organ kelamin mulai berfungsi. Pada
remaja laki-laki ditandai dengan pertama kali mengalami “mimpi basah” yang
mengeluarkan sperma atau air mani. Pada perempuan ditandai dengan mengalami
menstruasi yang pertama kali.
b. Ciri kelamin sekunder
Pada remaja laki-laki, pubertas ditandai
dengan ciri-ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1) Mulai tumbuh jakun.
2) Perubahan suara menjadi lebih besar
dan berat.
3) Tumbuh kumis atau jenggot.
4) Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak,
dan sekitar organ kelamin.
5) Mulai tampak otot-otot yang
berkembang lebih besar dan menonjol.
6) Bahu melebar melebihi bagian pinggul.
7) Perubahan jaringan kulit menjadi
lebih kasar dan poripori tampak membesar.
8) Kadang-kadang diikuti dengan munculnya
jerawat di daerah muka.
Pada remaja perempuan, pubertas juga ditandai dengan ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1) Membesarnya payudara dan puting susu
mulai timbul.
2) Pinggul melebar.
3) Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar
organ kelamin.
4) Suara lebih nyaring.
5) Kadang-kadang diikuti munculnya
jerawat di daerah muka.
6) Perubahan proporsi tubuh, tampak dari
bertambahnya tinggi badan, berat badan, panjang kaki, dan tangan, sehingga
ukuran seluruh badan bertambah.
2. Pubertas Secara Psikis
Selain terjadi perubahan secara fisik,
pada masa pubertas juga terjadi perubahan hormonal yang memengaruhi kondisi
psikologis dan tingkah lakunya. Ciri-ciri pubertas secara psikis dapat
diuraikan sebagai berikut.
a.
Mencari identitas diri
Dalam usaha mencari identitas diri,
remaja sering menentang kemapanan karena dirasa membelenggu kebebasannya.
Meskipun cara berpikirnya belum dewasa namun remaja tidak mau dikatakan sebagai
anak-anak. Remaja sering melakukan hal coba-coba karena rasa ingin tahu yang sangat
besar.
b.
Mulai tertarik kepada lawan jenis
Masa remaja adalah masa persiapan menuju
dewasa. Wajar bila remaja mempunyai ketertarikan dengan lawan jenis. Namun
demikian pernikahan pada usia remaja belum diperbolehkan karena secara mental
belum siap. Kehamilan pada usia remaja dapat berpengaruh negatif baik pada diri
remaja maupun bayi yang dikandungnya.
Labels:
IPA Kelas 9,
Pertumbuhan dan Perkembangan
Thanks for reading PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA MANUSIA. Please share...!

0 Komentar untuk "PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA MANUSIA"