a.
Membelah Diri
Pada umumnya, hewan yang dapat
berkembang biak dengan cara ini yaitu hewan bersel satu.
Hewan bersel satu adalah hewan
mikroskopis karena hewan ini sangatlah kecil sehingga untuk melihatnya kita
membutuhkan alat pembesar misalnya mikroskop.
Amoeba
Amoeba adalah contoh hewan bersel satu
sehingga mengalami perkembangbiakan dengan cara ini.

Jika seekor bunglon selalu merubah warna
tubuhnya, maka berbeda dengan hewan ini. Yang selalu berubah dari amoeba adalah
bentuk tubuhnya. Species hewan ini berada di tempat yang berair, misalnya
sungai, danau dan juga tanah yang basah.
Paramecium
Hewan bersel satu lainnya yang
berkembang biak dengan cara membelah diri selain amoeba, yaitu paramecium.
Tubuh dari hewan ini tertutupi oleh silia atau rambut-rambut halus, bentuk
tubuhnya pun menyerupai sandal. Paramecium juga hidup di tempat berair seperti
amoeba.
Berkembang biak dengan membelah diri
adalah membagi tubuh menjadi dua sama besar. Pada tubuh amoeba, kaki semu yang
ada padanya ditarik ke dalam sehinggan bentuk tubuhnya menjadi bulat. Seketika
itu, amoeba membelah dirinya menjadi dua karena inti sel mulai terbelah dua.
2.
Pertunasan
Perkembangbiakan hewan secara vegetatif
selanjutnya yaitu dengan cara pertunasan. Pertunasan adalah cara
perkembangbiakan pada hewan pada saat organisme baru tumbuh pada hewan
tersebut. Organisme baru adalah klon dan secara genetik identik dengan
organisme induk. Organisme baru terjadi ketika tunas baru menempel selama
pertumbuhan. Hewan yang berkembang biak dengan cara ini contohnya adalah hydra,
porifera dan coelenterata.
Hydra
Hydra adalah hewan pemangsa yang hidup
di air tawar bersuhu tropis dan tidak tercemar. Sama halnya seperti amoeba,
hydra ini juga hanya dapat dilihat dengan bantuan alat mikroskop karena tidak
dapat dilihat dengan kasat mata. Hewan ini memiliki tubuh yang panjangnya
kira-kira 10 milimeter dan bentuk tubuhnya seperti tabung.
Hydra dapat melindungi diri ketika dia
merasakan ada gangguan mengintainya, yaitu dengan cara melakukan kontraksi pada
tubuhnya menjadi gumpalan kecil.

Ketika hydra berkembang biak,
perkembangbiakannya dimulai dengan munculnya tunas kecil pada hydra yang sudah
dewasa. Kemudian tunas kecil tersebut akan tumbuh dan berkembang menjadi tunas
baru yang menempel pada hydra dewasa sebagai induknya.
Jika tunas kecil tersebut sudah bisa
menangkap makanan sendiri maka dia sudah dianggap dewasa sehingga tunas akan
melepaskan diri dan membentuk organisme yang baru. Dibawah ini akan kita bahas
bagaimana cara perkembangbiakan hydra dengan bertunas.
Tanda pertama adalah tumbuhnya kuncup.
Kemudian, tenticles dan mulut pada hydra mulai berkembang. Setelah terlihat
perkembangan tenticles dan mulut hydra, dimulai proses pemisahan tunas dari
hydra dewasa. Umumnya tunas atau organisme baru lebih kecil dari pada hydra
dewasa. Selanjutnya pada langkah terakhir tunas terputus dari induknya atau
hydra dewasa yang umumnya berukuran 3/5 dari ukuran induknya.
Porifera
Porifera atau spons adalah hewan
multiseluler seperti hydra. klasifikasi filum porifera ini pada umumnya
merupakan species hewan air yang hidup di laut dengan kedalaman 8000 meter dan
tidak pernah berpindah-pindah. Hewan ini disebut porifera karena memiliki
banyak pori pada tubuhnya sehingga dapat dilewati oleh air.
Air yang masuk ke dalam tubuhnya akan
dikeluarkan bersama limbah melalui oskulum yang ada pada bagian tubuh atas
hewan yang bentuk tubuhnya menyerupai cerobong asap ini. Hanya saja mereka
tidak memiliki jaringan, organ serta tidak memiliki kesimetrisan tubuh.
Perkembangbiakan pada porifera dilakukan
dengan membentuk sebuah kuncup dalam koloni. Kuncup tersebut akan muncul dari
pangkal kaki hewan ini. Kuncup akan semakin membesar sehingga jika terjadi
beberapa kuncup, maka akan terbentuklah sebuah koloni. Tidak hanya itu,
potongan tubuhnya yang telah lepas akan sangat mudah tumbuh dan berkembang
menjadi porifera yang baru.
Coelenterata
Coelenterata berasal dari kata coelom
dan enteron. Kata coelom mempunyai arti berongga dan enteron yang berarti
perut. Hewan ini juga dapat diartikan sebagai hewan perut berongga, dan rongga
tersebut disebut sebagai rongga gastrovasculer.

Pada dasarnya, cara berkembang biak
coelenterata hampir sama saja dengan porifera secara aseksual dengan membentuk
tunas atau kuncup yang melekat pada hewan induknya yaitu pada kakinya dan akan
tumbuh lebih besar sehingga terbentuk menjadi individu yang baru. Selanjutnya
untuk lebih memahami bisa anda pahami lebih dalam mengenai klasifikasi
coelenterata agar bisa lebih baik lagi dalam hal pemahaman.
3.
Fragmentasi
Dan yang terakhir, jenis
perkembangbiakan secara vegetatif adalah fragmentasi. Fragmentasi adalah cara
berkembang biak pada hewan dengan cara memutuskan bagian tubuhnya atau memotong
tubuhnya untuk membentuk organisme baru. Di bawah ini akan kita bahas beberapa
contoh hewan yang berkembang biak dengan cara fragmentasi.
Cacing
pita
Cacing pita merupakan hewan yang sangat
kecil bahkan dapat masuk ke dalam tubuh manusia. Ketika manusia mengkonsumsi
makanan atau minuman yang mengandung telur cacing Taenia solium (cacing pita
babi) maka dapat menyebabkan cacing pita masuk ke dalam tubuhnya dan cacing
tersebut akan tumbuh dalam tubuhnya tersebut. Nah disitulah daur hidup cacing
pita berlangsung secara berkelanjutan.

Perkembangbiakan hewan secara vegetatif
yang terdapat dalam tubuh manusia ini adalah cacing pita dewasa merupakan induk
semang definitif. Bagian dari tubuh cacing yang sudah mulai matang dan juga
terdapat kandungan telur, secara perlahan akan keluar secara pasif bersamaan
dengan fases manusia atau bisa secara aktif keluar langsung dari bagian anus
manusia.
Cacing
pipih
Cacing pipih hidup di laut, danau dan
sungai bahkan bisa menjadi parasit di dalam tubuh organisme lain. Cacing ini
termasuk ke dalam golongan hewan platyhelminthes sehingga sangat sensitif
terhadap cahaya.

Hewan ini dapat berkembang biak dengan
cara aseksual dan seksual. Dengan cara aseksual, cacing pipih berkembang biak
dengan cara pembelahan tubuh. Namun, setiap hasil dari pembelahan akan
meregenerasi bagian yang telah hilang. Sedangkan secara seksual baru bisa
dilakukan dengan cara kawin silang meskipun hewan ini bersifat hermafrodit.
Labels:
IPA Kelas 9,
Sistem Perkembangbiakan Pada Hewan dan Tumbuhan
Thanks for reading PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF PADA HEWAN. Please share...!

0 Komentar untuk "PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF PADA HEWAN"